Posted in

Dasar berkecuali buka peluang ekonomi baru — PM

Ilustrasi dasar berkecuali untuk artikel Dasar berkecuali buka peluang ekonomi baru — PM
PM Anwar: dasar berkecuali Malaysia perkuat keyakinan global dan ciptakan peluang kerjasama ekonomi baru, termasuk projek Petronas di Turkmenistan.

Perdana Menteri Datuk Seri Anwar Ibrahim menegaskan dasar berkecuali Malaysia membuka jalan bagi peluang ekonomi baru melalui hubungan luar negeri yang luas dan terbuka. Pernyataan itu disampaikan saat beliau meresmikan Kilang MKS Super Center di Taman Teknologi Bandar Cassia, Batu Kawan.

Ilustrasi dasar berkecuali untuk artikel Dasar berkecuali buka peluang ekonomi baru — PM

Hadir bersama pada acara tersebut Ketua Menteri Chow Kon Yeow, Timbalan Menteri Pelaburan, Perdagangan dan Industri Sim Tze Tzin, serta Presiden dan Ketua Pegawai Eksekutif MKS John T.C Lee. Anwar mengatakan keterlibatan aktif dengan pelbagai negara sambil mengekalkan pendirian terbuka dan berkecuali telah memperkuat keyakinan pelabur dan mitra bangsa.

H2: Keterbukaan hubungan luar dan manfaat ekonomi
Anwar menyatakan pendekatan Malaysia tidak berpihak kepada blok tertentu, melainkan berusaha menjalin hubungan yang saling menguntungkan dengan negara-negara di pelbagai belahan dunia. Dalam pidatonya, beliau mengingatkan beberapa kunjungan dan perbincangan yang mencerminkan hubungan dua hala yang aktif.

“Kita telah mengadakan (perbincangan) dengan Amerika Syarikat, Presiden Donald Trump yang berada di sini tahun lepas, dan kemudian kita mengadakan lawatan ke China, India, dan baru-baru ini ke Rusia… menunjukkan kepentingan kita, pendirian yang diambil Malaysia adalah untuk memastikan kita menjalin hubungan dengan semua negara sambil mengekalkan pendirian terbuka dan berkecuali kita.”

Menurut Anwar, keterlibatan seperti ini memberi ruang bagi Malaysia untuk menggalang kerjasama ekonomi lintas blok geopolitik, yang pada gilirannya mendatangkan manfaat nyata bagi pertumbuhan domestik.

H2: Perjanjian Petronas di Turkmenistan sebagai contoh kepercayaan
Perdana Menteri menyinggung perkembangan terkini yang menonjolkan kepercayaan pemerintah asing terhadap kemampuan Malaysia. Turkmenistan telah menyetujui pemberian Petronas pembangunan dua blok gas utama, termasuk salah satu daripada lapangan gas terbesar di dunia. Anwar memandang perjanjian itu sebagai bukti hasil dari usaha berterusan Malaysia membangun hubungan saling menguntungkan secara global.

Keberhasilan meraih kontrak di Turkmenistan disebutnya sebagai cerminan kestabilan, profesionalisme, dan kemampuan korporasi Malaysia di kancah bangsa. Hal ini juga menjadi sinyal positif bagi pelabur yang mempertimbangkan komitmen jangka panjang di sektor tenaga dan sumber daya.

H2: Fokus pada daya saing, bakat, dan teknologi
Anwar menekankan pentingnya keyakinan pelabur internasional untuk menopang pertumbuhan ekonomi Malaysia. Ia menyebut pelaburan berterusan dari perusahaan global di sektor strategis seperti semikonduktor sebagai indikator minat yang kuat terhadap pasar lokal.

“Daya saing Malaysia pada masa depan bukan bergantung kepada kos rendah tetapi pada keupayaan canggih perindustriannya dan kumpulan bakat berkualiti tinggi,” kata Anwar. Ia mendesak penguatan kerjasama universitas dan industri agar lulusan lebih siap menghadapi tuntutan teknologi baru seperti semikonduktor dan kecerdasan buatan.

Selain itu, pemerintah diharapkan terus menyederhanakan birokrasi dan menjaga kepastian kebijakan untuk menarik investasi berkualitas. Keberhasilan Pulau Pinang dalam menarik investasi berteknologi tinggi disebut sebagai contoh bahwa kebijakan yang jelas dan administrasi yang efisien mampu meningkatkan daya saing wilayah.

Anwar juga mengingatkan agar pengembangan pendidikan tidak hanya fokus pada keterampilan teknis, tetapi tetap mempertahankan nilai kemanusiaan dan belas kasihan dalam kurikulum, sehingga pertumbuhan ekonomi selaras dengan pembangunan sumber daya manusia yang seimbang.

Peresmian Kilang MKS Super Center di Batu Kawan menjadi salah satu bukti nyata aktivitas investasi yang terus berjalan, dan pemerintah berharap model kerjasama yang terbuka serta kebijakan yang mendukung akan terus mendorong aliran modal dan peluang ekonomi baru bagi negara.