Durian seludup senilai besar gagal dibawa masuk ke pasaran lokal setelah seorang lelaki ditahan Pasukan Gerakan Am (PGA) di Rantau Panjang. Operasi yang digelar pada Jumat itu mengakibatkan penyitaan sejumlah durian jenis Musang King dan Mon Thong serta sebuah kenderaan yang digunakan untuk pengangkutan.

Komander Briged Tenggara PGA, Senior Asisten Komisioner Ahmad Radzi Hussain mengatakan penahanan berlangsung di sekitar pangkalan haram Yasin, Kampung Lubok Gong, dan proses siasatan awal mengarah pada asal durian yang dibawa tanpa dokumen sah. Penindakan ini menunjukkan upaya penguatkuasaan kawalan sempadan dan peraturan kuarantin tumbuhan tetap dijalankan.
penahanan di Lubok Gong
Menurut laporan pegawai, suspek berusia 43 tahun ditangkap ketika memandu sebuah van Ford dalam keadaan mencurigakan kira-kira jam 1 pagi berhampiran pangkalan haram Yasin. Pemeriksaan ke atas kenderaan itu menemukan muatan durian yang besar jumlahnya dan diduga tidak melalui prosedur import resmi.
Dalam keterangan kepada pemberita, Komander Briged Tenggara PGA, Senior Asisten Komisioner Ahmad Radzi Hussain menyampaikan bahwa barang bukti yang ditemukan berupa 300 kilogram (kg) durian Musang King dan 750 kg durian Mon Thong. Jumlah keseluruhan muatan tercatat 1.05 tan dan kesemua durian dipercayai dibawa masuk dari Thailand.
Asal muatan dan tujuan pemasaran
Pejabat PGA menyatakan temuan awal terkait rute masuk buah-buahan itu. Perkiraan awal menunjukkan muatan tersebut akan dipasarkan ke kawasan lain setelah melewati pangkalan haram. Frasa berikut dikutip langsung dari keterangan resmi: “Siasatan awal mendapati semua durian tersebut diperoleh dari Thailand sebelum dibawa masuk melalui pangkalan haram Yasin di Lubok Gong.”
Lebih lanjut dijelaskan bahwa bekalan durian itu dalam perkiraan hendak dibawa ke pasar tujuan. Pernyataan resmi menegaskan: “Bekalan durian itu dipercayai dalam perjalanan ke RTC Tunjong, Kota Bharu untuk dipasarkan dan suspek mengaku menerima upah sebanyak RM100 bagi membawa muatan berkenaan,” katanya kepada pemberita pada Jumaat. Keterangan suspek mengenai upah memberi gambaran peranannya dalam rangkaian pengedaran tersebut.
Rampasan dan tindakan lanjut
Selain komoditas buah, pasukan turut merampas sebuah van Ford yang digunakan untuk mengangkut durian. Nilai keseluruhan barang rampasan dan kenderaan dianggarkan mencapai RM46,250. Suspek serta keseluruhan barang rampasan dibawa ke Balai Polis Rantau Panjang sebelum diserahkan kepada pihak berwajib untuk proses selanjutnya.
Berkaitan aspek perundangan, kasus ini akan diproses sesuai aturan yang berlaku. Dalam rilisnya, pejabat PGA menegaskan tindakan penyiasatan dilanjutkan di bawah ketentuan berikut: “Kes disiasat mengikut Seksyen 6 Akta Kuarantin Tumbuhan 1976 (Akta 167),” katanya. Sisa proses administrasi dan tindakan terhadap muatan kini berada di bawah pengawasan Jabatan Pertanian Kota Bharu.
Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa laluan tidak rasmi dan pangkalan haram masih menjadi celah bagi aktiviti penyeludupan produk pertanian. Penegakan aturan kuarantin dan pengawasan di sempadan tetap menjadi fokus pihak berwenang untuk mencegah peredaran komoditas tanpa pemeriksaan dan dokumentasi yang sah.
