Posted in

Tokoh Sastera Abu Bakar Abd Hamid Wafat di Usia 87

Ilustrasi abu bakar abd hamid untuk artikel Tokoh Sastera Abu Bakar Abd Hamid Wafat di Usia 87
Abu Bakar Abd Hamid meninggal pada usia 87; jenazah disolatkan di Masjid At-Taqwa dan akan dimakamkan di Bukit Kiara.

Tokoh sastera dan mantan ketua lembaga pengelola badan berita nasional, Abu Bakar Abd Hamid, meninggal dunia pada usia 87 tahun pada Sabtu malam. Kabar duka itu disampaikan keluarga yang menyatakan kejadian berlangsung tiba-tiba.

Ilustrasi abu bakar abd hamid untuk artikel Tokoh Sastera Abu Bakar Abd Hamid Wafat di Usia 87

Anak kedua almarhum, Sabriza Abu Bakar, 58, mengatakan bapaknya mengalami sesak napas secara mendadak dan mengembuskan napas terakhir sekitar pukul 10.30 malam di kediaman adiknya di Petaling Jaya. “Arwah berada dalam keadaan baik sebelum ini dan selera makan seperti biasa malah bertenaga menjalani rutin harian,” ujar putranya.

Kronologi singkat sebelum meninggal

Berdasarkan keterangan keluarga, Abu Bakar terlihat dalam kondisi yang tidak menunjukkan tanda-tanda sakit serius pada hari-hari sebelum meninggal. Kejadian yang berujung pada sesak napas terjadi secara mendadak sehingga keluarga berada di sisi almarhum saat ia mengembuskan napas terakhir.

Setelah meninggal, jenazah dibawa ke Masjid At-Taqwa di kawasan Taman Tun Dr Ismail untuk menjalani salat jenazah setelah waktu zuhur. Rencana pemakaman ditetapkan di Tanah Perkuburan Islam Bukit Kiara.

Perjalanan karier dan kontribusi dalam kesusasteraan

Sepanjang hayatnya, Abu Bakar Abd Hamid dikenal sebagai tokoh yang aktif dalam dunia kesusasteraan dan pernah memegang posisi penting dalam lembaga pengelola badan berita nasional. Ia menjabat sebagai Pengerusi Lembaga Pengelola Pertubuhan Berita Nasional Malaysia dari 1996 hingga 2000, periode yang memberi pengaruh pada kiprah lembaga tersebut.

Selain aktivitas di dunia media, almarhum juga berkiprah di ranah akademis. Ia pernah diangkat sebagai Timbalan Naib Canselor Universiti Malaya pada 1987 dan sebelumnya memegang peranan sebagai Setiausaha Bersama bagi Jawatankuasa Penubuhan Universiti Kebangsaan Malaysia pada 1968. Pengabdian dan sumbangsihnya di bidang kesusasteraan membawa sejumlah penghargaan bergengsi sepanjang kariernya.

Asal, keluarga, dan rencana pemakaman

Abu Bakar berasal dari Johor dan meninggalkan empat orang anak, yakni satu lelaki dan tiga perempuan. Keluarga telah menetapkan pelaksanaan salat jenazah di Masjid At-Taqwa Taman Tun Dr Ismail, lalu pemakaman akan berlangsung di Tanah Perkuburan Islam Bukit Kiara sesuai rencana keluarga.

Kabar kepergian Abu Bakar Abd Hamid menandai berakhirnya salah satu figur penting dalam dunia sastra dan pendidikan tinggi di kawasan. Mengenang perjalanan hidupnya, keluarga dan rekan diperkirakan akan mengadakan penghormatan sesuai tradisi sebelum jenazah dimakamkan.

Keluarga meminta agar doa dan penghormatan diberikan kepada almarhum, sementara detail lebih lanjut mengenai prosesi duka dapat mengikuti pengumuman resmi keluarga. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan.