Posted in

Cpted ruang awam: Konsep CPTED: Ruang Awam Lebih Selamat…

Ilustrasi cpted ruang awam untuk artikel Cpted ruang awam: Konsep CPTED: Ruang Awam Lebih Selamat…
Penerapan CPTED ruang awam ditujukan untuk tingkatkan keselamatan wanita dan anak-anak di Kuala Lumpur menjelang 2030.

KUALA LUMPUR, 23 Julai — Penerapan CPTED ruang awam akan difokuskan untuk meningkatkan keselamatan wanita dan anak-anak melalui perancangan dan pembangunan bandar. Pendekatan ini diharapkan menjadi bagian penting dalam upaya menciptakan kawasan awam yang lebih selamat menjelang 2030.

Ilustrasi cpted ruang awam untuk artikel Cpted ruang awam: Konsep CPTED: Ruang Awam Lebih Selamat…

Timbalan Menteri Perumahan dan Kerajaan Tempatan, Datuk Aiman Athirah Sabu, menyatakan bahwa prinsip Pencegahan Jenayah Melalui Reka Bentuk Persekitaran (CPTED) akan diberi perhatian khusus dalam rancangan pembangunan — terutama di kawasan kediaman, taman rekreasi, dan laluan pejalan kaki.

Apa itu CPTED dan fokus penerapannya

Konsep CPTED ruang awam yang disebutkan bertujuan menempatkan aspek keselamatan sebagai unsur penting dalam reka bentuk persekitaran bandar. Pendekatan ini menekankan perancangan yang mempertimbangkan faktor keselamatan pengguna, khususnya golongan wanita dan kanak-kanak, ketika merancang ruang-ruang publik.

Dengan menempatkan keselamatan dalam perancangan, pihak berwenang berupaya mengurangkan risiko insiden yang mengancam keselamatan pengguna ruang awam. Menurut pernyataan pejabat, aspek perhatian akan meliputi kawasan kediaman, taman rekreasi, dan laluan pejalan kaki — lokasi yang sering digunakan masyarakat sehari-hari.

Area prioritas: kediaman, taman, dan laluan pejalan kaki

Pemilihan kawasan kediaman, taman rekreasi, dan laluan pejalan kaki sebagai fokus menunjukkan perhatian terhadap ruang-ruang yang memiliki interaksi sosial tinggi dan mobilitas pejalan kaki. Pendekatan yang lebih terintegrasi di area-area ini dianggap penting untuk mendorong rasa aman bagi pengguna, terutama perempuan dan anak-anak.

Perhatian khusus pada taman dan laluan pejalan kaki juga mencerminkan kebutuhan memastikan ruang rekreasi dan jalur mobilitas harian dapat digunakan tanpa hambatan keselamatan. Ini termasuk perancangan yang mempertimbangkan visibilitas, aksesibilitas, dan pengawasan alami dari lingkungan sekitarnya, sebagaimana dipaparkan oleh pejabat terkait.

Implikasi bagi perancangan dan pembangunan bandar

Penerapan prinsip CPTED ruang awam akan mempengaruhi proses perancangan bandar dan pembangunan infrastruktur. Perancangan yang memasukkan aspek keselamatan lebih awal diharapkan menghasilkan ruang awam yang lebih ramah pengguna dan mengurangi potensi risiko bagi kelompok rentan.

Sikap pemerintah yang menekankan CPTED pada perancangan dan pembangunan juga menandai pergeseran ke arah kebijakan yang mengintegrasikan keselamatan publik dalam tahap perencanaan. Upaya ini dipandang relevan menjelang 2030, ketika kebutuhan kota yang aman dan inklusif semakin mendesak.

Meskipun rincian teknis dan pelaksanaan lanjutan belum dirinci secara lengkap, penekanan pada CPTED ruang awam memberi sinyal bahwa aspek keselamatan akan menjadi pertimbangan utama dalam proyek perumahan dan fasilitas publik di masa mendatang.

Langkah-langkah berikutnya diharapkan melibatkan kajian lebih mendalam dan koordinasi antar pemangku kepentingan untuk menerjemahkan prinsip CPTED menjadi kebijakan serta praktik perancangan yang aplikatif di lapangan. Fokus akhirnya adalah menciptakan ruang awam yang lebih selamat dan nyaman bagi semua pengguna, terutama wanita dan anak-anak, menjelang 2030.