Posted in

BAeK PTPTN Diperluas ke 10.000 Pelajar Miskin

Ilustrasi baek ptptn untuk artikel BAeK PTPTN Diperluas ke 10.000 Pelajar Miskin
Pemerintah memperluas BAeK PTPTN bagi 10.000 pelajar miskin untuk mendukung akses pendidikan tinggi mulai 2026.

Kulai — Pemerintah memperluas program BAeK PTPTN (Biasiswa Anak eKasih PTPTN) untuk menjangkau 10.000 pelajar dari keluarga kurang mampu, dengan tujuan memberi lebih banyak kesempatan melanjutkan studi ke institusi pendidikan tinggi awam. Perluasan ini berlaku bagi pelajar yang terdaftar di pangkalan data eKasih dan mengikuti pengajian sepenuh masa mulai 1 Januari 2026.

Ilustrasi baek ptptn untuk artikel BAeK PTPTN Diperluas ke 10.000 Pelajar Miskin

Pengumuman terkait BAeK PTPTN disampaikan oleh Menteri Pendidikan Tinggi, Datuk Seri Dr Zambry Abd Kadir, pada acara penyerahan biasiswa di Taman Puteri, di sini, pada Sabtu. Kebijakan ini merupakan bagian dari upaya memperluas akses pendidikan tinggi bagi keluarga berpendapatan rendah.

Skala program dan latar kebijakan

Sebelumnya, dalam pembentangan Belanjawan 2026 diumumkan inisiatif biasiswa pendidikan percuma PTPTN bagi 5.800 anak keluarga miskin dengan peruntukan RM120 juta setahun. Namun melalui Rancangan Pendidikan Tinggi Malaysia (RPTM) 2026-2035, jumlah penerima itu ditingkatkan menjadi 10.000 orang.

Menurut Datuk Seri Dr Zambry Abd Kadir, pelaksanaan BAeK PTPTN mengubah bentuk pinjaman PTPTN menjadi biasiswa bagi golongan miskin yang telah terdaftar di sistem eKasih. Meski demikian, pemerintah tidak akan semata-mata mengandalkan daftar eKasih untuk menentukan penerima; ada ruang bagi keluarga lain yang mengalami kesulitan kewangan untuk mengajukan bantuan.

Kriteria kelayakan dan besaran bantuan

BAeK PTPTN ditujukan kepada pelajar tempatan yang berumur tidak melebihi 25 tahun pada tarikh permohonan dan saat kursus didaftarkan dengan PTPTN. Selain itu, calon penerima harus memiliki akaun Simpan SSPN aktif, tidak memiliki tunggakan pinjaman PTPTN, dan baki h pengajian saat membuat permohonan sekurang-kurangnya satu semester.

Untuk besaran bantuan, pelajar diploma akan menerima biasiswa sebesar RM4,750 per tahun. Bagi Ijazah Sarjana Muda (Sastera) jumlahnya RM6,180 setahun, sedangkan Ijazah Sarjana Muda (Sains) ditetapkan RM6,650 setahun. Data internal menunjukkan hingga 31 Mei lalu, program ini telah memberi manfaat kepada 402 pelajar di seluruh negara dengan total peruntukan RM8.79 juta sejak diperkenalkan tahun ini.

Peran universitas dan dukungan tambahan

Menangani kekangan identifikasi calon yang memerlukan, kementerian meminta pengurusan universiti aktif mengenal pasti pelajar berkeperluan agar tidak ada yang tercicir kerana masalah kewangan. Zambry menekankan contoh keluarga yang mungkin berpendapatan RM2,000 atau RM3,000 sebulan tetapi menanggung ramai anak sehingga memerlukan pertimbangan tambahan.

Selain BAeK PTPTN, pelajar yang memerlukan masih boleh mengakses pinjaman PTPTN serta bantuan melalui Yayasan Perkasa Siswa. Pengerusi PTPTN, Datuk Seri Norliza Abdul Rahim, menyatakan BAeK PTPTN dibentuk untuk membuka akses pendidikan tinggi bagi keluarga berpendapatan rendah dengan harapan lulusannya kelak dapat meningkatkan taraf hidup keluarga.

Norliza menambahkan bahwa dengan keberhasilan para penerima menamatkan pengajian dan mendapatkan pekerjaan, kesan jangka panjang diharapkan membantu generasi berikutnya dari keluarga tersebut melanjutkan pendidikan dalam kondisi lebih baik. Pemerintah dan PTPTN terus memantau pelaksanaan program agar alokasi dan sasaran penerima tepat sasaran.