Festival Budaya Malaysia 2026 kembali hadir dan mengangkat tema “Kita Malaysia: Seni, Budaya & Citarasa” sebagai inti perayaannya. Acara ini berlangsung di Taman Tasik Titiwangsa sejak 11 sampai 16 September, bertepatan dengan peringatan Hari Malaysia, dan menempatkan gastronomi sebagai pijakan utama dalam rangka memperlihatkan kekayaan budaya lokal.

Penyelenggara memaparkan bahwa pelaksanaan festival bertujuan memperkuat identitas bersama sekaligus mempromosikan Malaysia sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia. Selain sajian kuliner, beragam program seni, musik, kecantikan, gaya hidup, dan aktivitas komunitas juga dipersiapkan untuk memberi pengalaman yang lebih interaktif kepada pengunjung.
Program dan sorotan utama
Penyelenggaraan tahun ini memperluas wawasan AMFF menjadi Festival Budaya Malaysia dengan sejumlah rangkaian acara yang menyasar berbagai lapisan masyarakat. Hadir pula kolaborasi dengan mitra strategis untuk memperkuat elemen kecantikan, kesehatan, dan kebugaran.
Dalam penjelasan resmi, penyelenggara menegaskan: “Festival ini turut mendapat kerjasama beberapa rakan strategik termasuk SimplySiti, Anytime Fitness dan SimplyFit Zumba Malaysia Day yang akan memperkukuhkan elemen kecantikan, kesihatan dan kecergasan.
Beberapa momen penting yang akan menjadi daya tarik pengunjung lain Malam Kita Malaysia pada 15 September yang menampilkan kombinasi musik, seni, dan pertunjukan budaya dalam format mini konsert. Sehubungan itu, penyelenggara menegaskan, “ tarikan utama ialah penganjuran Malam Kita Malaysia pada 15 September yang menampilkan mini konsert khas bersempena Ambang Hari Malaysia dengan gabungan elemen muzik, seni dan budaya dalam satu persembahan.
Perayaan Hari Malaysia pada 16 September akan dipusatkan pada aktivitas kebugaran dan kegiatan keluarga melalui program SimplyFit Zumba Malaysia Day. Pengumuman ini disampaikan dalam konteks program komunitas tersebut: “Sambutan Hari Malaysia pada 16 September pula diteruskan menerusi program SimplyFit Zumba Malaysia Day bersama pelbagai aktiviti kecergasan, keluarga dan komuniti,” katanya pada sidang media AMFF 2026 x Festival Budaya Malaysia, di sini, pada Selasa.
Partisipasi vendor dan dampak ekonomi
Acara ini dirancang memberi efek ekonomi bagi pelaku usaha lokal serta sektor pariwisata melalui meningkatnya kunjungan wisatawan domestik dan internasional selama enam hari pelaksanaan. Lebih dari 80 vendor dari berbagai segmen bisnis dilaporkan akan ambil bagian, menjadikan festival bukan sekadar ruang niaga tetapi juga medium menghidupkan budaya lewat pengalaman langsung.
Penyelenggara menyebut bahwa tujuan utamanya adalah menyatukan makanan, seni, musik, gaya hidup, dan komunitas dalam sebuah identitas bersama sebagai perayaan semangat “Kita Malaysia”. Keberadaan berbagai gerai dan program diharapkan mendorong perputaran ekonomi lokal sekaligus memperkaya pengalaman pengunjung.
Rangkaian lanjutan di MAEPS, Serdang
Setelah penutupan di Taman Tasik Titiwangsa, AMFF 2026 akan berlanjut di MAEPS, Serdang pada 9-11 Oktober sebagai bagian dari Mysihat Expo 2026. Sesi di MAEPS akan menekankan integrasi gastronomi dengan kesehatan, kesejahteraan, kebugaran, gaya hidup, dan hiburan melalui kerja sama dengan mitra lain.
Kolaborasi strategis di event berikutnya mencakup keterlibatan Moonman Event lewat HUNTR Games Kuala Lumpur 2026 dan Event Lab di bawah Malaysia Strategic Development Institute (MSDI) melalui FRAGMANIA. Jalinan ini diperkirakan menciptakan ekosistem yang mengumpulkan sekitar 600 vendor dari sektor makanan, kesehatan, olahraga, hiburan, dan komunitas dalam satu lokasi.
Pengalaman AMFF sebelumnya menunjukkan antusiasme publik: edisi perdana yang diadakan tahun lalu di area parkir Stadium Nasional Bukit Jalil berhasil menarik lebih dari 10,000 pengunjung dan menghadirkan penampilan khusus artis ternama pada beberapa kegiatan. Dengan skala lebih besar dan ragam program yang diperluas, penyelenggara berharap festival tahun ini dapat memperkuat ikatan budaya sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi pelaku usaha setempat.
