Pemerintah Singapura mengumumkan rencana ambisius untuk mengubah Sentosa dan Brani Island menjadi “Greater Sentosa” dalam kurun waktu dua dekade ke depan. Inisiatif ini ditujukan untuk memperluas daya tarik kawasan, dengan target menggandakan jumlah pengunjung melalui tambahan hotel, atraksi baru, dan peningkatan pengalaman gaya hidup.

Transformasi itu juga menempatkan keberlanjutan dan aksesibilitas sebagai prioritas utama. Pembangunan fisik diperkirakan akan dimulai pada awal 2030-an, sementara proses keterlibatan publik sedang dijalankan untuk memastikan rancangan akhir mencerminkan masukan masyarakat dan pemangku kepentingan.
Target kunjungan dan arah pengembangan
Rencana “Greater Sentosa” bertujuan untuk menggandakan jumlah pengunjung kawasan dalam jangka dua puluh tahun. Untuk mewujudkan target tersebut, strategi pengembangan difokuskan pada perluasan kapasitas akomodasi dan penambahan atraksi yang diharapkan meningkatkan daya tarik jangka panjang.
Pengelola menempatkan penawaran wisata yang lebih beragam sebagai salah satu cara menarik segmen pengunjung yang berbeda, termasuk pengunjung keluarga, wisatawan budaya, dan pelancong yang mencari pengalaman gaya hidup. Upaya ini diharapkan memperkuat posisi Sentosa dan Brani sebagai destinasi terpadu yang menawarkan lebih dari sekadar hiburan pantai.
Atraksi baru dan fasilitas yang direncanakan
Salah satu konsep yang disebutkan dalam rencana adalah penciptaan atraksi seperti Imbiah Canopy. Paket pengembangan juga mencakup penambahan hotel dan fasilitas pendukung yang dirancang untuk memperkaya pengalaman pengunjung. Penekanan pada “lifestyle experiences” ditujukan untuk memberi pilihan aktivitas yang lebih beragam di siang dan malam hari.
Meski rincian lengkap tiap proyek belum dipublikasikan, penambahan hotel dan atraksi baru akan menjadi komponen penting dalam meningkatkan panjang tinggal dan pengeluaran wisatawan—dua faktor yang berkontribusi pada pertumbuhan jumlah kunjungan secara keseluruhan.
Keberlanjutan dan aksesibilitas sebagai prioritas
Rencana transformasi menempatkan keberlanjutan di garis depan, dengan upaya meminimalkan dampak lingkungan sambil membangun infrastruktur yang tahan lama. Selain itu, peningkatan aksesibilitas menjadi fokus agar kawasan lebih mudah dijangkau oleh berbagai kelompok pengguna, termasuk pengunjung dengan kebutuhan khusus.
Langkah-langkah yang mendukung prioritas ini akan melibatkan desain yang sensitif terhadap lingkungan dan sistem transportasi yang lebih efisien untuk menghubungkan Sentosa dan Brani dengan jaringan utama di daratan utama Singapura.
Proses konsultasi publik dan jadwal awal
Keterlibatan publik sedang berlangsung untuk membentuk rancangan akhir Greater Sentosa. Konsultasi ini membuka ruang bagi masyarakat dan pemangku kepentingan untuk memberikan masukan terkait aspek desain, fungsi ruang, dan prioritas pengembangan.
Pembangunan fisik diperkirakan dimulai pada awal 2030-an, sehingga ada waktu yang cukup untuk penyempurnaan perencanaan berdasarkan umpan balik publik dan studi dampak yang diperlukan. Tahapan awal akan menentukan skema tata ruang, skala investasi, dan prioritas lingkungan yang akan dijalankan.
Transformasi Sentosa dan Brani menjadi “Greater Sentosa” merupakan langkah strategis untuk memperkuat posisi kawasan sebagai destinasi wisata yang adaptif terhadap tren global dan kebutuhan pengunjung masa depan. Dengan menyeimbangkan perkembangan ekonomi, pengalaman wisata, dan kelestarian lingkungan, rencana ini diharapkan menghadirkan manfaat jangka panjang bagi industri pariwisata dan komunitas setempat.
