Tenaga Nasional Berhad (TNB) melanjutkan komitmennya pada agenda lingkungan, sosial, dan tata kelola (ESG) lewat program tanam pokok bakau berjumlah 25,000 di Hutan Paya Bakau Tanjung Burung, Pantai Remis. Inisiatif tersebut bagian dari My Brighter Green Initiative (MBGI) dan digelar pada Program MBGI 2026.

Kegiatan ini dipimpin oleh Presiden/Ketua Pegawai Eksekutif TNB, Datuk Shamsul Ahmad, dan melibatkan beragam pemangku kepentingan termasuk pelajar, komunitas lokal, serta beberapa lembaga terkait. MBGI bertujuan tidak hanya menanam tetapi juga meningkatkan pemahaman publik tentang peran ekosistem pesisir.
## Tujuan dan manfaat penanaman
Datuk Shamsul Ahmad menekankan manfaat ekologis dari penanaman bakau. “Melalui penanaman pokok bakau ini, kita dapat meningkatkan kapasiti penyerapan karbon, mengurangkan hakisan pantai dan pada masa yang sama memulihkan ekosistem yang menjadi habitat pelbagai spesies hidupan seperti ikan dan ketam.” Pernyataan itu menggambarkan fokus program pada pemulihan habitat dan mitigasi perubahan iklim.
Selain fungsi ekologis, pemuliharaan hutan bakau dinilai relevan dengan keberadaan beberapa stesen janakuasa TNB yang berada di pesisir. Datuk Shamsul Ahmad menyebutkan posisi stesen seperti Stesen Janakuasa Sultan Azlan Shah (Janamanjung) yang mendapat manfaat dari perlindungan pantai terhadap erosi.
## Partisipasi komunitas dan pendidikan
Kegiatan penanaman di Pantai Remis melibatkan sekitar 70 pelajar dan guru dari empat sekolah, yakni Sekolah Menengah Agama Rakyat Tarbiyyatul Ajyal, Sekolah Menengah Kebangsaan Dato’ Idris, Sekolah Jenis Kebangsaan (Cina) Tit Bin, dan Sekolah Jenis Kebangsaan (Tamil) Pengkalan Baru. Warga kerja TNB, komunitas setempat, serta berbagai agen dan pemangku kepentingan turut serta.
“Kita mahu generasi muda memahami kepentingan menjaga alam sekitar sejak awal kerana mereka pewaris yang akan meneruskan usaha kelestarian ini pada masa hadapan,” kata Datuk Shamsul Ahmad, menegaskan pentingnya peran pendidikan dan keterlibatan generasi muda.
Seorang peserta muda, pelajar SJK (C) Tit Bin, Tiau Ka Yen, 12, memberi kesan positif tentang pengalaman barunya. “Sebelum ini saya pernah dengar tentang pokok bakau, tetapi tidak pernah belajar secara mendalam, tetapi hari ini saya dapat tahu pokok ini juga membantu mengurangkan kesan bencana seperti ombak besar dan tsunami,” ujarnya.
## Cakupan MBGI dan kontribusi emisi
Program MBGI 2026 tidak hanya dilaksanakan di Pantai Remis. TNB juga menjalankan penanaman di lima lokasi lain: Kubang Badak (Langkawi); Tanjung Tuan (Melaka); Jimah (Negeri Sembilan); Nibong Tebal (Pulau Pinang); dan Universiti Tenaga Nasional (UNITEN), Selangor. Secara keseluruhan MBGI 2026 menargetkan penanaman 40,000 pokok di enam lokasi, yang diperkirakan akan menyerap 67 tan setara karbon dioksida (tCO2e) per tahun — setara perjalanan sejauh 249,100 km oleh sebuah kereta petrol.
Sejak 2017 hingga 2025, TNB tercatat telah menanam hampir 200,000 pokok di seluruh negara yang berpotensi menyerap sekitar 3,400 tan CO2e setahun, setara dengan penggunaan listrik tahunan hampir 650 buah rumah.
## Dukungan finansial dan kerja sama institusional
Dalam rangka memperkuat dampak sosial, TNB menyalurkan sumbangan tanggung jawab sosial korporat (CSR) sebesar RM60,000 kepada komunitas setempat. Rinciannya meliputi RM50,000 untuk lima sekolah — SK Panchor, SJK (T) Pengkalan Baru, SJK (C) Tit Bin, SMK Dato’ Idris, dan SMA Rakyat Tarbiyyatul Ajyal — yang digunakan untuk bantuan peralatan dan program pembelajaran, serta RM10,000 disalurkan ke Masjid Al-Aliah, Pantai Remis untuk mendukung program pengimarahan masjid.
Timbalan Pengarah (Pembangunan) Jabatan Perhutanan Negeri Perak, Azni Rahman A. Wahid, menilai MBGI 2026 sebagai inisiatif korporat penting untuk pemuliharaan hutan bakau dan penghijauan nasional. Azni juga menegaskan pekerjaan sama TNB sebagai rakan strategik dalam berbagai proyek pemuliharaan tahunan.
Melalui rangkaian kegiatan dan dukungan finansial, program ini menunjukkan pendekatan gabungan aksi lapangan, pendidikan publik, dan kerja sama lintas sektor untuk memperkuat agenda ESG sambil merawat ekosistem pesisir yang rentan. Program MBGI 2026 diharapkan memberi dampak jangka panjang pada ketahanan pantai dan konservasi keanekaragaman hayati.
