Anak perempuan berusia tiga tahun, Aulia Sofea, yang selamat dari kecelakaan tragis di Sungai Petani, Kedah, menunjukkan perbaikan kondisi dan kini dirawat oleh ibu saudaranya di Bertam. Aulia Sofea dibawa pulang dari Rumah Sakit Sultanah Bahiyah, Alor Setar pada 2 Julai setelah hampir sebulan mendapatkan perawatan.

Kondisi fisik anak itu terus dipantau, meskipun ia belum bisa berjalan karena kedua kakinya patah akibat tabrakan. Keluarga menyatakan perkembangan kesehatannya membuat mereka bersyukur, sementara jadwal kontrol dengan spesialis ortopedi dijadwalkan pada 26 Julai untuk pemeriksaan lanjutan.
Kunjungan Raja Muda Kedah
Tengku Sarafudin Badlishah Ibni Al Aminul Karim Sultan Sallehuddin, Raja Muda Kedah, bersama Raja Puan Muda Che Puan Muda Zaheeda Mohamad Ariff dan putri mereka, Tunku Zara Bahiyah, berkenan menziarahi Aulia Sofea di rumah keluarga di Taman Bandar Bertam Putra. Dalam kunjungan tersebut, rombongan istana menyerahkan bantuan kebutuhan dasar dan juga membuka rekening Skim Simpanan Pendidikan Nasional (SSPN) bagi masa depan pendidikan anak itu.
Kondisi medis dan proses pemulihan
Ibu saudara dan pengasuh sekaligus wali sementara, Siti Nor Atikah Ahmad Syukri, 32, menjelaskan bahwa perkembangan kesehatan Aulia Sofea jauh melebihi harapan awal keluarga. “Kalau ikut keadaan Aulia Sofea selepas kemalangan itu memang 50-50. Bagi kami, ia seperti satu keajaiban kerana pada awalnya kami sendiri menyangka peluangnya untuk terus hidup sangat tipis, perkembangan kesihatannya cepat dan semakin baik.”
Siti Nor Atikah menambahkan, “Dia pun aktif macam budak-budak biasa, cuma tidak boleh berjalan lagi sebab kedua-dua kakinya patah dan 26 Julai ini ada janji temu dengan pakar ortopedik untuk pemeriksaan lanjut,” ujarnya. Selain patah pada kedua kaki, Aulia juga mengalami cedera pada kepala dan mata kiri setelah bola matanya pecah akibat benturan. Tim medis berhasil melakukan operasi untuk menyelamatkan mata kiri, namun kemampuan penglihatan masih belum pasti.
Soal mata, keluarga masih menunggu hasil pemeriksaan lanjutan. “Doktor memaklumkan kemungkinan dia boleh melihat semula, tetapi penglihatannya mungkin kabur atau mungkin juga tidak dapat melihat langsung, kami masih menunggu keputusan pemeriksaan lanjut,” kata Siti Nor Atikah.
Dukungan keluarga dan rencana jangka panjang
Siti Nor Atikah, yang juga kehilangan putra bungsunya, Iskandar Affan Ibrahim, 7, dalam kecelakaan yang sama, menyatakan seluruh keluarga bersyukur melihat tanda-tanda pemulihan Aulia Sofea. Anak itu baru sadar sekitar dua minggu setelah kejadian dan diberitahu mengenai wafatnya orang tua; keluarga sempat membawa Aulia menziarahi pusara ibu, bapak, dan adiknya.
Suami Siti Nor Atikah, Ibrahim Ghazali, 39, mengatakan keluarga berencana merawat Aulia hingga dewasa dan sedang menunggu proses hukum untuk hak penjagaan. “Sebenarnya, anak-anak kami semua, iaitu sepupu Aulia Sofea memang rapat satu sama lain, jadi Aulia Sofea seronok tinggal di sini sebab sepupu dia yang lain pun selalu datang berkumpul di sini,” ujarnya. Ibrahim bekerja sebagai sopir truk dan menegaskan keluarga menerima tanggung jawab itu sebagai kewajiban penuh.
Kecelakaan yang terjadi pada sekitar 3.50 petang, 7 Jun, melibatkan sebuah SUV Proton X50 dan sebuah truk bermuatan tanah ketika rombongan dalam perjalanan dari Pulau Pinang menuju Merbok untuk menziarahi makam keluarga. Insiden tersebut menelan nyawa enam anggota keluarga, yakni Jamaliah Sannusi, 29; Ahmad Shafiq Ahmad Shukri, 27; bayi Ahmad Mikail yang berusia dua bulan; Nora Mhd Husin, 55; Ahmad Fahim Ahmad Shukri, 21; serta sepupu, Iskandar Affan.
Kunjungan dari pihak istana dan dukungan masyarakat memberikan bantuan praktis sekaligus perhatian moral bagi keluarga yang menjaga Aulia. Keluarga kini fokus pada proses pemulihan fisik dan memastikan kebutuhan pendidikan Aulia telah disiapkan melalui pembukaan rekening SSPN, sambil menantikan hasil pemeriksaan medis berikutnya demi kepastian fungsi penglihatan dan langkah rehabilitasi lanjutan.
