REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Badan Karantina Indonesia (Barantin) terus memperkuat kapasitas laboratorium karantina sebagai upaya mendukung sistem pengawasan penyakit hewan yang lebih andal dan sesuai standar internasional. Langkah ini diinformasikan dalam laporan Republika Online pada 8 Juni 2026.
Upaya penguatan tersebut dilakukan melalui program peningkatan kemampuan laboratorium, termasuk kegiatan pelatihan yang bertujuan memperkuat fungsi karantina dalam mendeteksi dan mengendalikan penyakit hewan. Barantin menekankan pentingnya standar yang konsisten untuk menunjang keamanan hewan dan produk asal hewan.
Peningkatan kapasitas laboratorium
Barantin menargetkan penguatan kapasitas laboratorium karantina agar proses pemeriksaan dan pengujian menjadi lebih andal. Fokusnya pada peningkatan ketahanan sistem pengawasan sehingga mampu menghadapi ancaman penyakit hewan baik domestik maupun lintas batas.
Penyesuaian dengan standar internasional
Penguatan laboratorium diarahkan agar prosedur dan hasil pengujian memenuhi standar internasional. Langkah ini penting untuk menjaga kepercayaan perdagangan internasional serta memastikan kewaspadaan terhadap risiko penyakit hewan yang dapat memengaruhi kesehatan publik dan ekonomi.
Peran pelatihan dan pengembangan SDM
Salah satu komponen utama program Barantin adalah pelatihan bagi tenaga laboratorium. Pengembangan sumber daya manusia menjadi kunci agar penerapan standar teknis dan protokol karantina dapat dijalankan secara konsisten di seluruh unit laboratorium.
Dampak terhadap pengawasan penyakit hewan
Dengan kapasitas laboratorium yang lebih kuat dan terpadu, sistem pengawasan diharapkan mampu meningkatkan deteksi dini, kecepatan respons, serta akurasi diagnosis penyakit hewan. Hal ini berimplikasi pada upaya pencegahan penularan dan perlindungan terhadap populasi hewan serta produk hewani.
Barantin menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kemampuan laboratorium karantina sebagai bagian dari strategi nasional pengendalian penyakit hewan dan perlindungan kesehatan hewan secara berkelanjutan.
Sumber: Republika Online
