FGV Holdings Berhad (FGV) menegaskan komitmennya pada inovasi dengan memperkenalkan tiga teknologi pertanian baru pada pameran MAHA 2026. Langkah ini bagian dari upaya memperkuat inovasi pertanian FGV untuk menjawab kebutuhan industri, pekebun kecil, dan pengusaha pertanian.

Peluncuran ketiga produk — BacN-Fix, Adjuvax 248, dan FGV Geotagger Pro — dilakukan di Malaysia Agro Exposition Park Serdang (MAEPS) dan disaksikan Menteri Pertanian dan Keterjaminan Makanan, Datuk Seri Mohamad Sabu. Ketiga teknologi itu dikembangkan melalui kapasitas R&D internal FGV dan kini sudah dikomersialkan untuk penggunaan industri.
## Tiga inovasi yang diperkenalkan
FGV memperkenalkan tiga solusi terfokus yang masing-masing menjawab tantangan berbeda dalam budidaya dan pengelolaan lahan:
– BacN-Fix: produk penggalak tumbuhan berbasis bakteri menguntungkan yang ditujukan membantu penyerapan nutrisi dan merangsang pertumbuhan tanaman.
– Adjuvax 248: dirancang untuk meningkatkan efektivitas aplikasi pestisida dan herbisida melalui penyebaran semprotan yang lebih baik, sehingga potensi penggunaan bahan aktif lebih efisien.
– FGV Geotagger Pro: platform pemetaan dan penentuan lokasi yang mendukung praktik pertanian presisi serta memudahkan pengelolaan ladang.
Ketiga inovasi ini dikembangkan oleh tim internal FGV dan kini tersedia untuk sektor swasta maupun pengusaha pertanian skala kecil.
## R&D FGV: dari bahan tanaman ke teknologi digital
Sepanjang lebih lima dekad, kemampuan penelitian dan pengembangan FGV berkembang melampaui pengembangan bahan tanaman dasar. Saat ini portofolio R&D kelompok itu mencakup bahan tanaman bernilai tinggi seperti nanas, pisang, dan kelapa, serta solusi agronomi, teknologi hijau, digitalisasi, dan automasi.
Di sektor perladangan kelapa sawit, bahan tanaman yang dikembangkan FGV memasok lebih dari 40 persen kebutuhan tahunan benih sawit cambah di Malaysia, dengan kapasitas produksi mencapai 30 juta biji cambah per tahun. Keberhasilan ini menjadi salah satu bukti kemampuan R&D FGV untuk menyediakan input penting bagi rantai pasokan nasional.
“Dengan kekuatan R&D dan pengalaman operasi yang dibina selama lebih lima dekad, FGV akan terus menterjemahkan kepakaran ini kepada inovasi yang mempertingkatkan nilai dan memperluaskan manfaat kepada industri, pekebun kecil dan pengusaha pertanian,” kata Pengarah Urusan Kumpulan FGV, Nurul Muhaniza Hanafi.
## Uji coba lapangan dan penerapan praktis
Salah satu keunggulan pendekatan FGV adalah kemampuan menguji teknologi dalam lingkungan operasi nyata sebelum diperluas. Sebagai contoh, kelompok ini telah melakukan uji biodiesel B100 dalam operasi perladangan pada Juli lalu, sebagai bagian dari upaya penyelarasan teknologi dengan praktik lapangan.
Skala operasional dan pengalaman FGV sebagai bagian dari ekosistem FELDA memberi ruang bagi inovasi diuji dan disempurnakan di lahan nyata. Pendekatan ini membantu memastikan teknologi yang dikomersialkan memberikan manfaat praktis bagi petani, pekebun kecil, dan pengusaha pertanian.
## Penghargaan dan komersialisasi
Di MAHA 2026, anak perusahaan FGV, FGV Agri Services Sdn Bhd, menerima Anugerah Peserta Skim Pengesahan Bahan Tanaman (SPBT) Paling Aktif untuk kategori Bahan Tanaman, Tanaman Industri dari Jabatan Pertanian Malaysia. Penghargaan ini sekaligus mengukuhkan peran FGV dalam pengembangan bahan tanaman yang berkontribusi pada rantai pasokan.
Dengan peluncuran BacN-Fix, Adjuvax 248, dan FGV Geotagger Pro, FGV menegaskan niat untuk menerjemahkan penelitian menjadi solusi komersial yang dapat meningkatkan produktivitas dan efisiensi sektor pertanian. Pengembangan berkelanjutan dan uji lapangan menjadi kunci agar teknologi tersebut benar-benar memberi manfaat bagi pengguna akhir.
FGV menyatakan akan terus memanfaatkan kapabilitas R&D internal untuk menghadirkan inovasi yang relevan dan meningkatkan nilai tambah bagi industri pertanian, sambil memperluas manfaatnya ke pekebun kecil dan pengusaha yang menjadi bagian penting ekosistem pertanian.
