SHAH ALAM – Shelter Ihsan Haiwan Malaysia menyerukan bukti konkret mengenai kebajikan gajah-gajah Malaysia yang kini berada di Zoo Tennoji, Jepang. Organisasi itu menegaskan permintaan bukan sekadar penjelasan lisan, melainkan data, rekod dan akses pemeriksaan bebas untuk memastikan kesejahteraan hewan tersebut.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan pada Ahad, Shelter Ihsan mengatakan beberapa isu asas masih belum terjawab oleh Majlis Perbandaran Taiping (MPT). Permintaan itu mencakup aspek fizikal lingkungan kandang, kualitas sumber air, pemantauan suhu, hingga metode pemantauan tingkah laku gajah.
Permintaan bukti dan akses pemeriksaan
Shelter Ihsan menuntut agar bukti-bukti kebajikan diserahkan secara terbuka. Mereka menyatakan: “Jika kebajikan tiga ekor gajah Malaysia tersebut benar-benar terjamin, buktikan dengan fakta, rekod dan pemeriksaan bebas, bukan sekadar kenyataan media.” Permintaan ini ditujukan kepada pihak berwenang yang mengurus pengiriman dan pemantauan gajah-gajah itu.
Organisasi juga mendesak agar satu pasukan pemeriksa bebas — khususnya pakar gajah atau pakar tingkah laku dan kebajikan hidupan liar dengan kredibilitas yang jelas — diberikan akses untuk menilai keadaan ketiga-tiga gajah secara profesional. Penilaian diharapkan mencakup kondisi fisik, struktur kurungan, tingkat pengayaan, sumber makanan, teduhan, ruang bergerak, tingkah laku, dan rekod veterinar.
Kekhawatiran mengenai air, teduhan, dan pemantauan
Shelter Ihsan menyoroti beberapa bukti visual yang beredar yang menunjukkan kolam berair keruh serta kawasan kandang yang tampak kering dan minim vegetasi. Mereka meminta MPT menjelaskan siapa bertanggung jawab atas kebersihan air serta menyerahkan rekod pengujian kualitas dan pemantauan suhu air. Dalam pernyataannya, organisasi itu menegaskan: “Adakah MPT mempunyai rekod suhu yang membuktikan air tersebut berada pada keadaan sesuai untuk gajah? Ada air tidak bermaksud kebajikan terjamin,”
Selain itu, soal teduhan dan perlindungan dari panas atau hujan juga disorot. Shelter Ihsan meminta data pengukuran, penilaian independen, dan ukuran fizikal tempat berteduh yang disediakan supaya publik dapat menilai kecukupan fasilitas tersebut bagi tiga gajah itu.
Isu keselamatan dan praktik latihan
Beberapa bahan visual yang beredar menunjukkan gajah berinteraksi dengan jaring dan salah satu gajah bernama Amoi bermain dengan rantai besi. Shelter Ihsan mengingatkan risiko keselamatan dari objek yang berada dalam jangkauan hewan dan meminta agar setiap potensi bahaya disiasat. Mereka menegaskan: “Kami tidak mengatakan bahan visual tersebut dengan sendirinya membuktikan kecederaan, tetapi risiko keselamatan seperti ini wajib disiasat dan bukannya dipandang ringan.”
Organisasi itu juga mempertanyakan struktur gantungan yang disebutkan sebagai alat latihan untuk membantu DAK mendapatkan makanan. Menurut Shelter Ihsan, terdapat dakwaan bahwa struktur tersebut tidak menyediakan bahan makanan yang memadai sehingga gajah terlihat mencoba menggigit atau memakan bagian struktur itu sendiri. Mereka menuntut penjelasan tentang bahan, desain, tujuan sebenarnya, dan apakah struktur itu sudah dinilai oleh pakar tingkah laku gajah.
Tuntutan transparansi dan rekod lengkap
Secara keseluruhan, Shelter Ihsan mendesak transparansi penuh dan rekod lengkap dari pihak berwenang, termasuk rekod veterinar, protokol pemantauan harian, catatan pengkayaan lingkungan, dan hasil pemeriksaan kualitas air. Mereka juga meminta agar pemeriksaan dilakukan oleh pihak yang bebas dan berintegriti.
Organisasi itu menegaskan bahwa fokusnya bukan pada konfrontasi politik tetapi pada tanggung jawab terhadap warisan negara: “Ini bukan soal mencari gaduh dengan MPT. Ini soal amanah terhadap khazanah negara.” Shelter Ihsan mengingatkan bahwa tiga gajah Malaysia bukan sekadar data administrasi, melainkan warisan yang kesejahteraannya harus dapat dipertanggungjawabkan kepada publik.
Pernyataan tersebut menutup dengan seruan bahwa masyarakat berhak memperoleh bukti, bukan hanya pernyataan media, demi ketenangan dan kepastian mengenai nasib tiga gajah yang berada di luar negeri.
