Posted in

Kemenhut Amankan 8 Terduga Pelaku Tambang Ilegal NTB

Ilustrasi tambang ilegal ntb untuk artikel Kemenhut Amankan 8 Terduga Pelaku Tambang Ilegal NTB
Kemenhut bersama TNI-Polri amankan delapan terduga pelaku tambang ilegal NTB dan sita 157 karung batu diduga mengandung emas.

Kementerian Kehutanan (Kemenhut) bersama aparat TNI, Polri, dan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mengamankan delapan orang yang diduga terlibat dalam aktivitas tambang ilegal NTB. Operasi itu berlangsung di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Tampa, Gunung Prabu, Nusa Tenggara Barat pada 22 Juli 2026.

Ilustrasi tambang ilegal ntb untuk artikel Kemenhut Amankan 8 Terduga Pelaku Tambang Ilegal NTB

Petugas menyita 157 karung berisi batu yang diduga mengandung emas serta sejumlah sarana angkut yang digunakan untuk kegiatan penambangan. Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kemenhut Dwi Januanto Nugroho turut memberikan keterangan terkait pengungkapan tersebut.

Operasi gabungan dan barang bukti

Pengamanan dilaksanakan oleh tim gabungan yang melibatkan Kemenhut, unsur TNI, Polri, dan BKSDA. Dalam operasi itu, petugas menemukan tumpukan batu yang dikemas dalam karung-karung serta peralatan angkut yang digunakan untuk memindahkan material dari lokasi tambang ke titik pengumpulan.

Jumlah barang bukti yang disita tercatat sebanyak 157 karung batu. Barang-barang ini sementara diduga mengandung emas dan menjadi bagian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung oleh instansi terkait.

Lokasi: Kawasan konservasi TWA Tanjung Tampa

Lokasi pengungkapan berada di kawasan konservasi Taman Wisata Alam (TWA) Tanjung Tampa, Gunung Prabu, Nusa Tenggara Barat. Status kawasan konservasi menempatkan wilayah tersebut pada kategori yang dilindungi, sehingga setiap aktivitas yang berpotensi merusak lingkungan menjadi fokus penegakan hukum dan perlindungan sumber daya alam.

Penemuan aktivitas penambangan di kawasan yang dilindungi umumnya mendapat perhatian aparat penegak hukum karena berpotensi menimbulkan dampak ekologis, seperti kerusakan habitat dan perubahan struktur tanah yang sulit dipulihkan.

Proses hukum dan pengawasan

Delapan orang yang diamankan diduga terlibat dalam aktivitas penambangan di kawasan tersebut. Status mereka sebagai terduga pelaku menandai bahwa proses pemeriksaan dan penegakan hukum akan dilanjutkan sesuai ketentuan yang berlaku oleh pihak berwenang.

Selain penindakan di lapangan, upaya pengamanan kawasan konservasi juga melibatkan pengawasan berkelanjutan dan koordinasi lintas instansi untuk mencegah terulangnya pelanggaran serupa. Peran BKSDA penting dalam memastikan langkah pelestarian dan rehabilitasi kawasan setelah proses hukum berjalan.

Signifikansi penegakan di kawasan lindung

Penertiban aktivitas tambang ilegal di kawasan lindung seperti TWA Tanjung Tampa menegaskan komitmen aparat dalam menjaga fungsi konservasi dan nilai ekologis wilayah tersebut. Pengungkapan kasus semacam ini menjadi salah satu bentuk penegakan hukum terhadap eksploitasi sumber daya alam yang tidak sesuai aturan.

Masyarakat dan pihak terkait diharapkan dapat bekerja sama dengan aparat dalam menjaga kawasan konservasi agar tetap berfungsi sebagai penyangga alam dan habitat bagi keanekaragaman hayati.

Penanganan lebih lanjut terhadap barang bukti, tersangka, dan dampak lingkungan akan mengikuti prosedur resmi yang ditetapkan oleh instansi terkait, termasuk langkah-langkah penyidikan dan upaya pemulihan kawasan bila diperlukan.