Posted in

Usahawan Bawa Warisan Digital Malaysia ke Era Baru

Ilustrasi warisan digital untuk artikel Usahawan Bawa Warisan Digital Malaysia ke Era Baru
Usahawan Malaysia mengubah warisan menjadi peluang lewat warisan digital, membuka pasar nasional dan internasional melalui platform e-dagang.

Konsep warisan digital makin mendapat tempat di kalangan usahawan Malaysia yang ingin mempertahankan akar budaya sekaligus menjangkau pelanggan baru. Banyak pelaku usaha keluarga memilih menggabungkan resep, keahlian, dan identitas tradisional dengan strategi digital untuk menjaga relevansi usaha mereka.

Ilustrasi warisan digital untuk artikel Usahawan Bawa Warisan Digital Malaysia ke Era Baru

Langkah itu tidak hanya menyasar pasar lokal: dengan bantuan platform e‑dagang, produk yang berakar pada cerita keluarga kini dapat ditemukan konsumen di negeri lain, bahkan sampai ke rantau yang lebih jauh.

Mewariskan usaha keluarga ke era baru

Frisha Classic Desserts and Bakery menggambarkan bagaimana warisan keluarga diubah menjadi peluang pertumbuhan. Didirikan sejak 1990 sebagai usaha rumahan, perusahaan ini berkembang berkat resep keluarga dan kepercayaan pelanggan selama lebih dari tiga dekade. Pengurus Bersama Frisha Classic, Frisha Fazara Ishak, menyatakan bahwa menjaga rasa dan kualitas menjadi prioritas utama saat menavigasi perubahan perilaku konsumen dan pergeseran dari penjualan fisik ke penjualan dalam talian.

Perubahan dilakukan bertahap: pembaruan pembungkusan, penyesuaian produk untuk logistik pengiriman, serta perluasan kategori lewat Frisha Foods. Frisha Classic mulai memasuki Shopee pada Ogos 2025 melalui program Bintang Agromarketing Masterclass yang melibatkan FAMA dan Shopee Malaysia. Dampaknya signifikan; dari hanya delapan SKU dan penjualan sekitar RM200 pada bulan pertama, omzet meningkat menjadi kira-kira RM9,000 pada bulan keempat. Selain angka, platform itu memberi wawasan tentang perilaku pelanggan dan cara memasarkan produk secara digital.

Produk tradisional diberi napas modern

Perusahaan lain juga mengambil pendekatan serupa. GT Food Asia Sdn Bhd, pengelola merek makanan ringan Minnifood, memanfaatkan pengalaman di bidang rempah untuk mengembangkan kudapan yang mempertahankan cita rasa lokal sekaligus memenuhi standar produksi modern. Perusahaan yang berdiri pada 2015 itu memakai prinsip kualitas, halal, dan konsistensi serta mengacu pada praktik seperti GMP, HACCP, dan ISO 22000.

Sementara itu, produk seperti MINNI—kudapan panggang berbasis kacang dal—mewakili keseimbangan kecintaan pada rasa lokal dan keberanian untuk bereksperimen. Perubahan selera dan ekspektasi konsumen mendorong perusahaan keluar dari zona nyaman tanpa kehilangan identitas.

Konten, kanal, dan komunitas sebagai penggerak

Transformasi tidak hanya terjadi di sektor makanan. Karangkraf Mall, yang berakar dari penerbitan sejak 1978 dan resmi membentuk Karangkraf Mall Sdn Bhd pada 2010, beralih ke platform digital dan siaran langsung untuk menjembatani pembaca dengan katalog yang jauh lebih luas. Model ini mengatasi keterbatasan rak fisik dan memberi kesempatan bagi judul lama atau backlist untuk ditemukan kembali.

Di bidang gaya hidup, RimbunKL mengubah cara pandang terhadap pakaian tradisional dengan menata ulang elemen batik, kebaya, dan siluet klasik agar sesuai dengan selera generasi kini. Platform digital dan fitur seperti live streaming memungkinkan interaksi langsung dengan pelanggan, memudahkan pemilihan ukuran serta memberikan inspirasi styling.

Contoh lain dari Sabah: Tem Tem Sabah yang lahir pada 2021 mengolah tempe menjadi produk kipas modern seperti kerepek tempe tanpa MSG dan tempe kukus sedia dimakan yang bisa disimpan pada suhu ruang hingga 15 bulan. Perusahaan bekerja sama dengan petani lokal, mencipta lapangan kerja, dan mengurangi limbah melalui praktik sirkular. Dengan dukungan platform e‑dagang, produk yang awalnya terbatas di pasar lokal kini dapat diuji dan dipasarkan ke seluruh Malaysia dan potensi ekspor lebih luas.

Kisah para pelaku usaha ini menegaskan satu hal: akar budaya dapat menjadi dasar untuk berinovasi, bukan penghambat. Dengan warisan sebagai fondasi dan teknologi sebagai jembatan, usaha kecil dan keluarga memiliki peluang nyata untuk memperluas jangkauan tanpa meninggalkan nilai yang membentuk identitas mereka. Transformasi digital membuka akses pasar, mempercepat umpan balik konsumen, dan memberi ruang untuk produk tradisional berkembang sesuai selera masa kini.